Pernahkah kau mengamati embun sejuk yang malu-malu beriak jatuh menyentuh kolam disambut teratai yang sumringah merekah berhiaskan tirai remang mentari yang menguap memancar sinar hangatnya dan air pun bernada, beriak, bernyanyi menyambut tiap tetes kesejukan dan berlapang pada tiap hembusan kehangatan bahkan jika tetesan itu berubah menjadi hujan dan cahaya hangat itu berbaur menjadi dingin kolam itu tetap beriak berharmoni menunggu tiap tetes kesejukan merajut ketentraman mengharmonisasi alam
Dan ketika kupicingkan mata ini berusaha menembus jelaga hati masih belum kutemukan bayang kenafikan adanya dirimu dan kian kutanyakan pada pagi yang berwarna kapan fokus hati ini jatuh pada retina yang tepat
Ada banyak ruang kerinduan yang kian kututup rapat kulupakan dan kujauhi demi kuterangkan sekelumit hati ini untuk menyapa ramah kedatanganmu dan banyak pula jelaga hati yang sungguh ingin kubersihkan dan kubuang jauh demi menyambut hidup kehadiranmu
Kurebahkan angan disaat jengah dan kusandarkan pikiran pada setumpuk kapas lembut yang menyangga sekelumit kepasrahan hati saat jiwa ini mecapai limit keterjagaan dan kekosongan kelabu kalbu menanti dibukanya cercah terang menyambut sekelumit ketentraman
Riak hiruk pikuk yang mulai bernyanyi menjauh berjejer riang menunggu adanya dirimu terpekik binar keingintahuan berdebar lembut menunggu sosok jelmaan nyatamu yang dalam lelah kupanggil selalu yang kutunggu dalam diamnya rentang waktu berhiaskan bias cemas dalam diri bertatahkan tanya yang merenda dalam hati
Dan kurasakan detak jantung yang mulai melemah mengantar sang peri tidur menyanding pusaran beranda berirama pelan berbisik lirih pada malam berucap pamit pada siang menutup mata menjauhkan diri dari kesibukan mengharapkan ketenangan jiwa sembari menyisipkan sebaris do'a yang kubisikkan lirih pada Illahi aku ingin segera bertemu denganmu dan ingin kubagi semua hal indah yang menari dalam anganku dan ingin keceritakan semua lara jiwa yang terpenjara kaku
Saat terhembuskan nafas keseharian tersisip angan tuk sejenak mencari keberadaanmu dan kucoba menerka di antara banyak rasa manakah yang nyata jelmaan dirimu dan ketika kurasakan banyak ruang hampa bergemuruh di hati yang berjelaga ini semakin aku bertanya-tanya yang manakah dirimu
Banyak goresan luka yang menghias jelaga hati demi mencari adanya dirimu dan sungguh aku mulai menampung banyak lelah dan kadang kehilangan harapan untuk kembali mencari sinar cerah keberadaanmu aku mulai bertanya-tanya pada Ilahi apakah jelaga hatiku terlalu banyak hingga aku tak diperkenankan bertemu denganmu lebih cepat apakah riak tangis yang jatuh itu hanyalah bagian hidup yang sia-sia saja? adakah engkau tau jawabannya?
Segugus angin yang berhembus menyapukan dingin, menyelimuti kebekuan masih tak bisa menenangkan angan yang kian berlari ini kadang terjeda ratapan sendu namun tergantikan riak-riak jemu yang menggelitik hati yang mebuatku kian bertanya jikalau engkau tau akankah itu membantu? bahkan sang karib pun menertawakan kerapuhanku mencibir jengah keinginanku bertemu denganmu apakah jelaga ini terlalu tebal hingga aku tak diperkenankan mengetahui keberadaanmu?
Zamrud yang merentang membatasi waktu mengikat lekang kekerdilan hati mengikis sedih menghapus jemu menabur senyum memulas ceria menyulam erat kesabaran menebar benih keikhlasan menunggu takdir Ilahi dan ketika kulihat bintang di sana harapan kekanakan muncul di benak bahwa dirimu pun melihat bintang yang sama membisikkan do'a serupa pada Yang Maha Kuasa
Dan ketika ada sosok menghias mimpi bersanding menyusuri jalan lurus bergandeng tangan mengukir bahagia kerapuhan ini mulai berkelana mencari adanya dirimu menginginkan tegasnya figurmu bahkan tergelitik canda menerka dia adalah dirimu dan masih harus kubersihkan semua jelaga di hati ini agar saat bertemu denganmu aku bisa meminta dengan tulus jadikan aku bimbinglah aku menjadi satu-satunya perhiasan yang melekat indah di lubuk hatimu dan bersinar terang menghiasi kehidupanmu
Duh Allah, wahai Dzat yang menguasai qalbu... jagalah hati ini untuk senantiasa ada dalam keridhaanMu hiasilah diri ini dengan sabar dan ikhlas menjalani suratan qada dan qadar yang telah Engkau tetapkan Astaghfirullahal'adzim... Astaghfirullahal'adzim... Astaghfirullahal'adzim...
You start resembling the sketch In which I'm so afraid to think of You start swinging your wing and touch one part of this unhealthy heart I just can't accept the way you treat me in silence that I start to try making you out of my mind
But the dream seems not to be friendly this time forced to think that you are someone coming for the future and stupidly spread the fragrance of happiness in my life It's just a colorful imagination though That for some reason... makes me desperately want to accelerate the time to know the real one
I am so tired too heavy to take a deep breath too dark to see your existence too noisy to think clearly I need to think over many things need a comfort shelter a nice look a really warm hug and a big smile will you?
...pagi di hari sabtu... Merenungi lagi makna jatuh cinta yang hakiki and still wonder why you keep visiting my dream
Dipandanginya sepatu hitam nan indah itu. Matanya meredup ketika muncul bayang seorang manusia mendekat ke arahnya. Perlahan Via mengangkat wajahnya, dan tampaklah seorang tua berdiri bertopangkan tongkat berwarna coklat berkilapan. Orang tua itu tersenyum, " suka sepatunya?" Via terdiam sejenak, "Bapak yang punya toko ini?". Via balik bertanya. Orang tua itu tersenyum lagi, "tidak. Bapak cuma mengantar ibu belanja". Ucapnya sambil menunjuk ke arah seorang wanita separuh baya yang berjalan anggun mendekatinya. Wanita itu tersenyum. Lipstik berwarna merah tua menghiasi bibirnya. Via tertegun. Dipandanginya kedua orang tua itu. Mereka tersenyum, binar mata teduh yang membuat Via betah berlama-lama bersama mereka. "Ibu membelikan hadiah ini untukmu, Nak", wanita itu berkata lembut. Perlahan lengannya meraih sebuah kotak berwarna biru. Via merengut, "hadiah? dalam rangka apa?". Wanita itu hanya tersenyum, "bukalah", ucapnya. Via membuka kado itu. Terlihat sepasang sepatu hitam bernomor sepatu 37. "Kau boleh memakainya, Nak", kembali wanita itu berkata. Via tertegun, kemudian ia pun perlahan mencoba sepatu itu. Terasa nyaman di kakinya, namun samar ia merasakan ada grafier timbul di bawah telapak kakinya. Dilepasnya sepatu itu. Cepat-cepat ia meraba bagian dalam sepatu itu. Jantungnya berdegup lebih kencang ketika tangan mungilnya meraba tulisan timbul itu, Rei. Mata sendunya memandang lekat wajah kedua orang tua yang ada di hadapannya. Mereka tersenyum. Via linglung, pandangannya mulai berkunang-kunang. Samar ia pun menghirup aroma wangi yang menyelimuti udara di sekelilingnya.
Kriiiiiiiiiiing... Kriiiiiiiiiiiiiiing ... Kriiiiiiiiiiiiiiiing Via terbangun. Dilihatnya sekeliling ruangan itu. "Ya Allah, ternyata tadi cuma mimpi" Kriiiiiiiiiiing... Kriiiiiiiiiiiiiiing ... Via pun tersadar, HPnya berdering. "Halo..." "Viaaaaa, kemane ajeeeeee. Aku udah nelpon berkali-kali kok gak diangkat-angkat... ampe pegel nih jari mencet redial muluuuuu...." Dari sebrang sana suara Melati terdengar sangat nyaring. Via menjauhkan handphone itu dari telinganya "Memel ngomong apa sih..." "Vi... Via... hallo... nih anak ke mana lagi..." "Memel, ini kan jam dua pagi... ada apa sih?" Via merengut mengamati jam duduk di atas meja. "Cinta, aku tuh mu ngecek, kamu dah siap-siap belum? besok kan ada meeting di luar kota. Ketemu ma klien penting. Bos dah wanti-wanti musti prepare segala macem. Rencananya nih nego bisa nyampe seminggu. Ya... itung-itung refreshing aje... " Melati tertawa. Via terdiam, masih terselimuti rasa kantuk. "Terus Via mesti nyiapin apa Mel?" "Nyiapin diri biar fresh besok. Tidur yang nyenyak, packing barang-barang yang perlu. We'll have a great vacation for a week, honey", ucap Melati. "Hmmm....", Via bergumam. "Udah dulu ya say, bobo yang bener. Yuk ah". Klik, percakapan terputus. Via terdiam sejenak, mengingat kembali percakapannya dengan Melati barusan, "Klien apa ampe meeting mesti seminggu???" Kembali Via menyandarkan kepalanya menyentuh dinding. Tangan mungilnya memainkan rambutnya yang hitam legam. Setelah lama dia sadar, dia mencium wangi itu. Dilihatnya sekeliling kamar, sampai matanya tertuju pada botol EDT yang tumpah di mejanya. "Ya Allah, parfumnya tumpah", segera Via beranjak mengambil botol parfum itu. Hampir setengah isi botol itu telah menguap. Dan matanya pun tertuju pada kertas surat itu, ada yang berubah. Diambilnya surat itu, surat yang kini kertasnya telah mengeras karena terbasahi parfum. Matanya menatap tajam tulisan yang muncul di bagian bawah. Tulisan yang sebelumnya tak terlihat saat surat itu kering. Tangannya bergetar, ada rasa sakit yang diam-diam menyelubungi hati rapuhnya.
*** "Hai, honey", Via menoleh ke arah suara itu. Melati melambaikan tangannya. Terlihat dua koper hitam menemaninya, "banyak betul ya bawaan Memel", guman Via dalam hati. Via melihat jam tangannya, jam tujuh pagi, jalan Gatot Subroto itu sudah cukup ramai, namun udara segar masih dapat dihirupnya dalam-dalam. "Memel, bawa apa aja sih ampe dua koper gitu?", Via mengamati dua koper itu, "Waaaa, Mel, koper baru ya? Via baru liat. Bagus ya... beli di mana Mel?", mata Via berbinar melihat koper-koper itu. Melati tertawa, "biasa Vi, dari cayangku tercinta." "Ooo...", Via terkagum-kagum. "Vi, gimana EDT nya? wangi banget kan ya? Dulu cayangku suka pake itu, tapi sekarang dah ganti ke Ferari. Dia bilang biar lebih gaya...", Melati tertawa namun berhenti segera ketika wajah sahabatnya itu terlihat kaku. "Vi, kenapa?", Melati bertanya ragu-ragu. Via tertawa tiba-tiba, "nggak, gak kenapa-napa. Kayaknya Via masuk angin deh, abis tadi gak sarapan...". Melati mengamati wajah Via, kini wajah itu kembali berbinar, "kalo gak enak badan bilang ya. Jangan disembunyiin, ntar pas meeting gak ada P3K loo...", ucap Melati sambil tertawa. Via mengangguk dan tersenyum. Pikirannya mulai memanipulasi, mencari penghibur hati.
Dari arah tempat parkir kantor itu, dua orang laki-laki sedang mengamati kedua gadis itu. "Bukankah itu nona Via, Pak?", ucap salah seorang di antara mereka. "Mungkin", ucap seorangnya lagi sambil mengamati sebuah foto berukuran 3R yang telah dipegangnya sejak tadi. Bibirnya tersenyum simpul. Dimasukkannya foto itu ke dalam jas hitamnya. Tangannya mengeluarkan kacamata hitam dari saku celananya, mengambil Macbook pronya, dan bergegas keluar dari mobil itu. "Pak Diman, ini akan tetap jadi rahasia", ucapnya pada sopir itu. Pak Diman tersenyum dan mengangguk. Mobil Mercedez itu pun melaju meninggalkan laki-laki berkaca mata hitam itu. Kembali dia mengamati Via dari jauh, "Yoroshiku, Via", gumamnya dalam hati. Ia pun memasuki gerbang utama kantor itu, menghadap resepsionis, dan bergegas menuju ruang meeting. Bersambung
Ntah bagaimana cerita dan hubungan antara dunia mimpi, dunia nyata, dan alam pikiran. Sudah sejak dua tahun lalu Rachma mulai ngerasain koneksi di ketiga dunia itu. Well, sejauh ini sih nyaman-nyaman sajah, soalnya jadi menarik buat diikuti =P.
Jadi ceritanya, mmm... sehari setelah Rachma mimpi mo nikah, yang calonnya ada tiga ituh, nah yang pas nunggu calon ketiga tuh kan tiba-tiba kelintas sebuah nama =P... dan ternyata sodara-sodara, besoknya Rachma teh mimpiin orang ituh. heuheuheu Jadinya teh ya, yang awalnya gak kelintas buat mikirin orang ituh, malah jadi kelintas sekali-kali 8-|
Berikut cerita mimpinya :D, hehehe, susah ah kalo mu serius-serius =p. Jadi ya, scene mimpinya, kembali dalam acara pernikahan kekekek, kayaknya karena waktu itu bahasannya nikah-nikah wae, jadi kebawa mimpi deh =p
Ceritanya, ujug-ujug Rachma tuh ada di suatu lingkungan, di mana Rachma tuh dikasi tau mu dijodohin sama seseorang, mo nikah tanggal sekian. Spontan Rachma tuh kaget, aduh ini mimpi... mu ngenalin jaman siti nurbaya sama Rachma yah? ... :D ... di situ Rachma ngerasain gimana 'nggak bangetnya' dijodohin sama orang tak dikenal. Ngerasain nggak ridhonya Rachma kudu nikah sama orang ituh. Walo sebenernya penasaran juga, yang mu dijodohin tuh yang mana yak? heheheheh =p Jadi di mimpinya tuh Rachma ngerasain gejolak, antara menuruti ego sendiri untuk kabur dari perjodohan inih, atau berbakti sama orang tua :D. Gak enak banget ternyata... gak bisa ngebayangin Rachma mesti nikah sama orang tak dikenal dari antah berantah... mana ini tuh nikah gitu yah, buat seumur hidup.Aduh, pokoknya gak ridho banget deh diri ini mesti nikah sama orang ituh heuheu, Rachma kalo mimpi dihayati banget yak perannya =P, deg-degannya kerasa banget, gak enak hatinya kerasa juga =P
Bahkan terlintas, pengen dunk ada yang menggagalkan pernikahan-perjodohan ituh, kayak yang di sinetron-sinetron tea gening, ehehehehe :P
Terus ya, dalam masa desperate, sebelum meninggalkan masa lajang =P, Rachma tiba-tiba ada di suatu tempat, ngobrol sama orang yang kelintas namanya tea. Ini coba yah, kholwatan gituh, hehehehe =p kira-kira obrolannya beginih, mode curhat ON:
me : Rachma mau nikah...tapi, belum kenal calonnya... (mode desperate on) dia_yang_namanya_terlintas_di_mimpi_Rachma (dyntdmr): owh, iya, sekarang kan dah musim-musim nikah... :) *btw, senyumnya teh menyejukkan hati, secara ceritanya Rachma teh lagi desperate gituh, perlu hiburan =D* dyntdmr : saya juga sekarang lagi deket sama seorang akhwat, insya Allah akan menikah dalam waktu dekat ini... me : *ngiri, kok dia nikahnya ma orang yang dia pilih sihhhhhh* *pas lebih lama bareng orangnya... kok patah hati ya pas tau dia mo nikah ....*
kekekekekek =P hari berganti hari, ciyeee =P, akhirnya tibalah pas hari H mu walimahan... aduh itu hati meni gak ridho banget, asliiii serasa hidup tuh mu berakhir hari ituh. Mana Rachma tuh tetep mesti berbakti gitu ya sama tuh orang asing yang dijodohin tea.... tapi hati ini teh tetep gak bisa nerima =D. Segala macem cara kabur kelintas, mpe inget film runaway bride, hihihihi Rachma kadang mikir, ini teh mimpinya meni dihayati pisan yah sama otak Rachma, kekekek =P Di mimpinya Rachma tuh kelintas, pengen ada yang tiba-tiba dateng, menggagalkan pernikahan ituh, dan kita teh jadi kabur berdua gituh =P. Nah, yang kelintas teh dyntdmr tea :D. Berbagai pikiran terlintas: dyntdmr tuh kan dah punya calon yah, kok bisa gitu ya Rachma ngarepin dia buat menggagalkan pernikahan itu. Terus kalo dia beneran dateng, gimana nasib pacarnya??? secara sebagai cewek, Rachma tau betul gimana sakitnya dikecewain.... *tuh kan, di mimpi coba Rachma keingetan pemikiran kayak gitu, heuheu... masih inget lagih ampe sekarang* =D Terus gimana coba akhirnya, hehe jadi ya, Rachma tuh beberapa jam sebelum walimahan dimulai, ngedatengin cowok ituh... tapi di sini Rachma sebagai penonton, ngeliat diri sendiri ngobrol sama dia. Kira-kira obrolannya tuh ... Rachma tuh berusaha ngejelasin ke cowok ituh, kalo yang Rachma suka tuh bukan cowok yang mo dinikahin ini, melainkan dyntdmr tea. heuheu, itu teh nembak yah? kekekekekek, untung cuman mimpi =p tapi ya, secara di mimpinya teh Rachma ngejelasin panjang lebar ke cowok itu pake bahasa cewek, cowok itu tuh gak ngeh sama apa yang Rachma omongin.... heuheu, dasar cowok =P, perlu codec bahasa kayaknya :D terus ya, pas mo deket banget walimahan, Rachma teh tiba-tiba udah pake kebaya putih, lengkap dengan jilbab dan mahkota yang gede tea penuh kembang goyang. Orang-orang tuh pada senyum, tertawa bahagia. Rachma mah ngerasa hancur hati, seriusan ih, gak asik banget dijodohin =p Hati tuh terus berharap ada yang menggagalkan pernikahan ituh, sapa aja deh, yang penting Rachma gak nikah ma orang asing >_<, dan tetep we ngarepin dyntdnr buat dateng ke sana walopun gak mungkin oge :)). Dan ternyata sodara-sodara.... dyntdnr tuh beneran dateng ke walimahan, dan membawa diriku pergi dari sanah. nyahahahaha, beneran mirip sinetron lah, tangan Rachma ujug-ujug dipegang, terus diajak pergi. hihihihi Aduh eta, bukan muhrim kok pegangan tangan yah, untung pake sarung tangan sebagai bagian dari seragam walimahan, kekekek =p Di tengah kabur itu teh, dyntdr bilang begini: " Rachma, kenapa Rachma gak bilang secara jelas dari awal sama saya? " Rachma bengong, apanya yang mesti Rachma bilang jelas teh??? Ending cerita, jadinya nikah sama orang itu, heuheuheu. Dasar mimpi =P eh tapi, Rachma ngerasain bahagia banget loh pas jadinya nikah sama dyntdnr... 8-| gitu kali ya rasanya bahagia nikah sama orang yang beneran kita suka, beda banget sama rasa pas mo walimahan ma orang yang tak dikenal.... heuheu pertanyaan selanjutnya adalah... ini teh kursus kilat walimahan nya? semacam pendidikan gitu??? pertanyaan lain lagi... kenapa orang itu yang muncul di mimpi? heuheu, jadinya ya, Rachma teh ngerasa... mmm ... ya, gitu deh hehehehe Sebetulnya itu teh bukan pertama kali Rachma mimpiin orang itu. Duluuuuu pisan, pernah juga mimpiin beliau. Tapi settingnya teh ya, kalo beliau gak nanyain hafalan al-qur'an, nanyainnya teh hafalan hadits... aduh... berat mimpinya... 8-| makanya beliau mah gak jadi artis paporit di mimpi Rachma, soalnya... bahasannya berat, heuheuheu =P *diingetin buat beramal, malahan kayak ginih.... * hmm.... Terus kenapa de javu... jadi, minggu kemaren tuh, Rachma ngobrol gitu sama real personnya, di tengah-tengah obrolan, mencetuslah kalo beliau akan nikah dalam waktu dekat... terus, tak terasa... naha ieu aya nu kagores dina manah... Rachma teh patah hati kitu? kekekekek mikir sejenak, kunaon Rachma bet patah hati kieu...? terus balik lagi ke realita, malah jadi pengen ketawa hati Rachma tuh kenapa ya, kok jadi aneh begini... Dan setelah merenung sejenak,
Ada satu lagu bagus yang mo Rachma promosiin di sini =D, judulnya " You make me feel (like a natural woman) ". Lagu ini pertama kali dihitskan oleh Aretha Franklin. Sebenernya sih awalnya Rachma taunya lagu ini tuh dinyanyiin ma Celine Dion, berhubung ada di cd bajakannya, hehe Tapi di sini Rachma embed-kan versi lagu ini dinyanyiin sama generasi yang lebih muda, yaitu Kelly Clarkson. Eh, Rachma baru tau loh kalo Kelly tuh pemenang American Idol =P, itupun taunya baru tadi pas browsing-browsing you tube :D.
Rachma suka lirik lagu ini =). Bagus banget, terutama karena ngegambarin suasana hati dan pikiran Rachma saat ini :)
Looking out on the morning rain I used to feel so uninspired and when i knew i had to face another day lord it made me feel so tired. before the day i met you, life was so unkind You're the key to my piece of mind
chorus: cause you make me feel you make me feel you make me feel like a natural woman (woman)
when my soul was in the lost and found you came along to claim it I didn't know just what was wrong with me till your kiss helped me name it. now I'm no longer doubtful of what I'm living for and if I make you happy I don't need to do more
chorus
ohh baby what you done to me (what you done to me) made me feel so good inside (good inside) and I just wanna be (wanna be) close to you, you make me feel so alive
chorus (repeat till fade out)
Rachma mo sedikit meresensi lirik lagu ini. Gak dikit deng, mo banyak =P. Pengen numpahin segala yang ada di pikiran Rachma :D. Duh, di Groningen ini Rachma kena virus lonely terus. Perasaan kegiatan di lab tuh banyak, week end juga banyak kumpul-kumpul bareng temen. But somehow... hati ini kerasa kosong banget, jadinya gak enjoy sama keseharian ~_~. Like a body, without soul ... T_T. Eh-eh, hari ini rencananya mo ke bioskop, nonton sapidermen tilu, hihihihi. It will be the first time stepping my foot into movie =P. Gak percaya? heuheuheu, Rachma paling gak suka deket-deket bioskop. I mean... what the people are doing watching movie in that kind of building? They can also watch it at home more comfortably =p. Hehehe, walopun mesti sabar pisaaaaan nunggu dvdnya keluar :D. Eheuheuheu. Alasan Rachma ikut, hmm,,, mungkin karena,,, ya, itu tadi, pengen ngilangin loneliness :). Tapi, alamat gak jadi juga neh hari ini :D. Mari kita mengheningkan cipta untuk menghayati barisan lirik-lirik realistis namun jleb-jleb inih, heheheh =P.
Looking out on the morning rain I used to feel so uninspired and when i knew i had to face another day lord it made me feel so tired.
Kalo pagi dah tiba tuh, yang terpikir "duh, kok dah pagi lagi, mesti ke lab lagi, kerja lagi... tak semangat beginih". Kerasa males sih nggak buat ngadepin keseharian, cuman kerasa kosong ajah, no spirit, tidak excited, dan lempeng-lempeng sajah. Secara Rachma tuh mudah banget bosen, and with such inspirited routine activities... for sure that kills me softly and turned into dry dying soul. Hati ini tuh kerasa... duh pokoknya gak asik banget deh, lempeng, datar, gak ada ramenya ~_~. Hening bukan karena tentram, tapi karena no life, no hope, just follow the flow. Ah, such a pathetic heart. Tak ada yang menginspirasi hati ini ... :(. Jadi aja hati ini tidak begitu hidup... That's why I feel so tired. Cape... tapi nih cape juga cuman bisa dipendem di hati. Pami emut dinten enjing teh asa wegah, da ieu manah teh teu dieuntreupan rasa sumanget. Ngerasain perlu banget penyejuk hati =P, biar hati ini lebih berwarna :D.
before the day i met you, life was so unkind You're the key to my piece of mind
Yang ini...mmm... pengen dunk ketemu sama orang yang kayak gini :D. "Someone who can comfort my running mind. It's you, probably ;)" Hehehe, dah mentereng di who I want to meetnya frenster, hihi. Ntah orang itu ada di mana... bahkan mungkin gak merhatiin frenster yak, =p. Kekekekek Sekarang Rachma mulai ngerasain keinginan untuk bertemu orang seperti ini,,, seperti itu, bla... bla... Seperti request kriteria jodoh =p Jadi, kriteria pertama yang terpikir adalah : Orangnya tenang, dan menenangkan, ehehehehe. Mulai deh keegoisan diri ini muncul di dunia perjodohan :P.
cause you make me feel you make me feel you make me feel like a natural woman (woman)
Rachma suka banget sama lirik ini, 'natural woman' =P. Hehehe, sebetulnya yah, sebutan woman itu terlalu tinggi, maksudnya... mmm, seperti kata 'orang' dalam kalimat "Dia belum jadi orang" :). Being a woman, a real woman, is hard ~_~. Being childish is a lot more easy ... hmmm.... hehehe :D Arti natural woman yang Rachma pahami itu kebayangnya... mmm... gak dituntut banyak-banyak, cuman diliat dari segi behave aja bahwa dalam fitrahnya dia bisa jadi istri dan ibu yang baik. Gak dituntut buat ngerti hi-tech, selama dia bisa ngejaga izzahnya sebagai istri, dan bisa jadi madrasah terbaik buat anak-anaknya. Gak dituntut sekolah tinggi-tinggi, selama dia bisa patuh dan taat sama suami. Gak dituntut buat ngejar prestasi selama dia bisa jadi pendukung suaminya. :D Atau pemahaman kayak gitu terlalu natural yah? hehehehe, kurang keren, kayak tidak tersentuh modernisasi kali yah :P Kekekek, whatever deh. Cuman ya, itu tadi, being a natural woman = menjadi perhiasan bagi suaminya. That's it. Ah, kalo mikir mo ngutarain segala yang di benak Rachma ternyata susah juga yah , eheuheu.
Hehe, malah jadi kepikiran, kriteria nomor dua adalah: dia bisa ngertiin Rachma tanpa Rachma harus ngejelasin panjang lebar. Hueheheh, makin gak logis aja nih kriteria yang Rachma ajuin =P, hihi. Seperti serumpun kata-kata yang terlintas di benak Rachma kali ini:
When you love me that much, I do want to love you more.
When I see trough your eyes, for sure I'm looking for a safe place, a peace art of new world, our world. I do question many things, looking for more love inside your soul, wondering what look you give to me in such long time, or do you find me a little more cute?
When I lay down my head on your shoulder, for sure I'm looking for a secure place, trying to find comfort beyond your breath.
When I hold you tight, for sure I want to ensure, that you are always here, warming my frozen heart.
And I want to keep whispering, please forgive my weaknesses Cause as a woman, I do always need you by my side.
So let me be the only diamond in your heart, that we can try to build and reach the happiness together, cause by trying to be your best jewel ever, for sure I look for the greatest meaning of my life.
Then, will you mind leading the way to pursue that dream?
:D hehehehe Jangan terlalu serius gitu ateuh bacanya, =p
lanjut ke lirik selanjutnyaaaa.... when my soul was in the lost and found you came along to claim it I didn't know just what was wrong with me till your kiss helped me name it. now I'm no longer doubtful of what I'm living for and if I make you happy I don't need to do more
Regardless ada kata kissnya di lirik itu =P, I thought,,, it will be beautiful if there is someone who can help me when I get lost. Not a hero nor a prince I need to meet in this journey, I need a real friend for the rest of my life. Teman sejati yang disatukan dalam ikatan nikah. Heuheu, itu mah bukan temen atuh ya, tapi suami =P. Ah, jadi inget, kemaren my closest friend ever bilang kalo beliau gak suka kalo Rachma ngomongin nikah-nikah :). Is there anyone who will agree if I say that this blogspot is better than human being in listening my thoughts ? =P Huehehehe Tambah lagi kriteria ke-3: Dia mesti tahan kalo Rachma curhat panjang lebar, hihihi >:). kalo Rachma mikir-mikir tentang sifat diri sendiri, suka ngerasa kasihan sama orang yang bakal jadi suami Rachma ntar, seandainya umur Rachma nyampe ke sana :). And for that reason, somehow... mmm... I stop hoping to get what so called prince charming, karena kebayangnya ... duh, takut gak bisa ngebahagiain dia. Dulu pas masih remaja, ( sekarang kan dah tua, hehe =P). I still can dream about many things, termasuk memimpikan a prince charming. Terlalu banyak nonton walt disney kayaknya :D. Kalo sekarang tuh... hmm... I don't know what else I should think over. Ah, seriusan ini jiwa kerasa hampa banget. Dunno what to do, dunno what to think, dunno what to hope... I almost know nothing ~_~. Krisis jiwa ini mah T_T.
Waktu pagi baca blog orang yang nyeritain how lucky he is, dan pas sorenya ada temen yang ngenalin lagu never had a dream come true. Heuheu, Rachma baru tau kalo itu lagunya Stevie Wonder :P. Heheh, such different point of view about dream. Ini Rachma embedkan lagunya, dinyanyiin sama generasi yang lebih muda Sampai sekarang pun, Rachma suka banget loh sama film animasi kayak gitu. Hehehe, lebih tertarik nonton film genre ini daripada dorama. Sayangnya, sekarang dah jarang yang produksi film kayak barbie-barbie gitu :). Ah, satu lagi, Rachma suka tokoh animasi berlabel peri :D. Sampe dulu pun pas nemu gamenya: Fairies, seneng bangeeeed. Kenapa Rachma suka ini... mmm... emang sih ini tuh ngawang-ngawang banget, tapi Rachma suka ngeliatnya... ya, gitu deh... suka gak harus ada alasannya kan? :D
Dari film-film gitu Rachma mulai mengenal musik klasik, dan dansa ala eropa yang ribet itu :P, pleus pleus kisah romantisnya, hehehe. Dari situ juga jadi pengen ke Eropa, pingin liat baju-baju the princess nya, pengen make sebenernya ;p, pingin belajar dansanya juga, hihihi. Tapi pas dah nyampe sini... huhuhu... tak sesuai harapan ~_~.
Hei, princess... wise man says that life is what you think when you think it's beautiful, then yes it is and if you think it's not that nice, then it is
And that smile you have, for sure that doesn't need a magic cause if it's from the bottom of your heart for sure the surrounding can feel it too
And when you sing, the flowers suddenly bloom cause they do want to feel more gently of your voice And when you dance, for sure the earth is cheering to hug you warmly in each step you make And when you laugh for sure the sun is smiling glowing to lighten you up and sweep away your sadness
When the night comes Don't run away from your real world just close your eyes peacefully and the world will lead you to your dreamland In each breath of yours there is always a harmony singing making this world more beautiful
Then through this journey of life for sure there will be time when your tears should drop but then it can't be a reason to stop smiling welcoming each day
Each breath you make for sure you have grown up that you will be leaving the old days and capturing the new ones that you will be leaving your childhood and ready to be a woman but the dreamland you always visit knows clearly that you are still the princess afterall
~ Corat-coret gak jelas...saatnya makan =P, jadi diakhiri saja mengarang indahnya :D ~
Jadwal minggu ini [link]: ** Host:degromiest ** Nara sumber: Mbak Dessy ** Topik: Bahasa ibu bahasa penuh cinta ** Waktu: Selasa, 5 Mei 2009 [19.00-21.00 CET]